SINJAI, PERMATANEWS | Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif meninjau langsung kesiapan operasional pabrik pengolahan porang milik PT Bintang Asri Alami (BSA) di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (11/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas produksi, sekaligus meninjau dampak investasi industri terhadap masyarakat sekitar, khususnya terkait penyerapan tenaga kerja dan kondisi infrastruktur.
Didampingi sejumlah pimpinan OPD, Bupati Ratnawati berkeliling melihat area pabrik dan fasilitas produksi yang akan digunakan untuk mengolah komoditas porang atau Amorphophallus muelleri, tanaman bernilai ekonomi tinggi yang kini mulai dikembangkan di berbagai daerah.
Dalam peninjauan itu, Bupati Ratnawati menegaskan investasi yang masuk ke Sinjai harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama petani dan warga di sekitar kawasan industri.
“Harapan kita kepada mitra usaha kita agar mengakomodir SDM lokal, dan bermitra dengan petani kita,” ujarnya.
Permintaan tersebut langsung direspons pihak perusahaan. Direktur PT BSA, Alim dan memastikan mayoritas tenaga kerja di pabrik tersebut berasal dari warga Sinjai.
“Kalau kami dari perusahaan, 95 persen pekerja akan kami ambil dari Sinjai, mayoritas dari Kelurahan Lappa,” katanya.
Selain persoalan tenaga kerja, warga sebelumnya juga mengeluhkan kerusakan jalan di sekitar lokasi pabrik yang diduga dipicu aktivitas kendaraan perusahaan selama proses pembangunan.
Menanggapi hal itu, Bupati Ratnawati menyebut pihak perusahaan telah menyatakan kesiapan memperbaiki ruas jalan yang rusak.
“Terkait jalanan yang rusak, pihak perusahaan sudah menyampaikan kepada kami bahwa pihaknya siap memperbaiki,” tegasnya.
Pemkab Sinjai berharap kehadiran industri pengolahan porang tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kelurahan Lappa dan wilayah Sinjai secara umum, sekaligus mendorong hilirisasi sektor pertanian.
Informasi yang dihimpun, kawasan industri PT BSA dibangun di atas lahan sekitar tujuh hektare.
Selain pabrik porang, perusahaan juga merencanakan pembangunan dua hingga tiga unit pabrik lain, termasuk pabrik pengolahan rumput laut.***







