SINJAI, PERMATANEWS | Talud penahan jalan di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai mulai ambruk.
Dinding penahan tanah tersebut perlahan mulai ambruk akibat tergerus derasnya air hujan yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi talud yang rusak memicu kekhawatiran warga sekitar karena dikhawatirkan dapat memicu longsor, terlebih kawasan tersebut rawan terjadi pergerakan tanah saat musim hujan.
Salah seorang warga, Akbar mengatakan bahwa kerusakan talud semakin terlihat setelah hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Sinjai.
“Panjang talud yang mulai ambruk sekitar 15 meter dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter. Kondisinya sudah memerlukan tindakan penanganan, mengingat kawasan ini sering terjadi longsor” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ia menyebutkan, talud tersebut dibangun sekitar lima tahun lalu sebagai penahan tanah di area jalan.
Menurut warga, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menyebabkan tanah di sekitar talud mengalami gerusan dan jenuh air, sehingga struktur penahan tidak lagi mampu menahan beban tanah di atasnya.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir kerusakan akan semakin parah dan dapat menyebabkan longsor yang mengancam akses jalan maupun keselamatan warga sekitar.
Masyarakat pun berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum talud tersebut jebol sepenuhnya.







