Cuaca Ekstrem di Sinjai, Jembatan Desa Amblas Tergerus Arus Sungai

Akses jalan warga di Dusun Aruhu, Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo terputus setelah jembatan amblas diterjang arus sungai. (Foto: BPBD/doc)
banner 120x600

SINJAI, PERMATANEWS | Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sinjai menyebabkan sebuah jembatan dekker atau plat dekker amblas setelah diterjang derasnya arus anak Sungai Kalliho di Dusun Aruhu, Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Jumat (8/5/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WITA setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Tingginya debit air sungai memicu arus deras yang terus menggerus pondasi jembatan hingga akhirnya mengalami kerusakan berat.

Akibatnya, akses jalan penghubung warga terputus total dan tidak dapat lagi dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.

Putusnya akses jalan juga berdampak pada sektor pertanian karena alat pertanian seperti traktor tidak dapat melintas menuju area persawahan dan perkebunan warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai yang menerima laporan dari pemerintah desa langsung turun melakukan assessment di lokasi kejadian.

Jembatan yang rusak diketahui memiliki panjang sekitar 9 meter dengan lebar 7,5 meter.

“Petugas telah memasang garis pengaman di sekitar area terdampak untuk menghindari risiko kecelakaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Oktave Amier.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Sinjai dalam beberapa hari ke depan.

Hingga kini, akses jalan di lokasi masih lumpuh total dan belum dapat dilalui kendaraan.

Warga berharap pembangunan jembatan darurat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.***