SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Appi Pastikan Transparan dan Bebas “Titipan”

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemkot Makassar menghadirkan sistem SPMB 2026 yang transparan, terintegrasi, dan bebas praktik kecurangan melalui layanan digital LONTARA+. (Foto: ist)
banner 120x600

MAKASSAR, PERMATANEWS | Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi memulai Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan sistem baru yang diklaim lebih transparan, terintegrasi, dan minim celah kecurangan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini dirancang untuk menghapus praktik “titipan” dan manipulasi jalur penerimaan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

“Dengan sistem real time dan transparan, kita ingin mencegah kecurangan sekaligus pemerataan siswa di seluruh sekolah,” ujar Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, Kamis (7/5/2026).

Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan menghadirkan layanan digital berbasis aplikasi LONTARA+ yang memungkinkan orang tua memantau proses pendaftaran secara langsung.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sistem ini juga didukung tiga server terpisah untuk jenjang TK, SD, dan SMP guna menghindari gangguan teknis seperti server down.

Selain itu, tersedia fitur live chat pengaduan, notifikasi WhatsApp dan email hingga pencocokan otomatis titik koordinat alamat peserta didik.

Tahapan SPMB dimulai dengan simulasi pendaftaran pada 12-14 Mei 2026. Sementara pendaftaran jalur non-domisili dibuka 2-4 Juni dan jalur domisili berlangsung 9-13 Juni 2026.

Appi juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan perpindahan kartu keluarga demi masuk ke sekolah tertentu melalui jalur zonasi.

“Jangan lagi ada praktik pindah KK hanya untuk masuk sekolah favorit. Itu menimbulkan ketimpangan,” tegasnya.

Ia berharap sistem baru ini mampu menciptakan pemerataan siswa di seluruh sekolah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan peserta didik baru.

“Kalau sistemnya transparan, semua bisa mengawasi. Itu yang kita mau, supaya tidak ada lagi ruang untuk permainan,” jelas Appi.***