FORHATI Sinjai Bekali Perempuan Hadapi Tantangan Dunia Kerja Era Digital

Ketua MD FORHATI Kabupaten Sinjai, Andi Rusmiati Rustham membuka Diskusi dan Seminar Ruang Perempuan Seri 1. (Foto: AI/doc)
banner 120x600

SINJAI, PERMATANEWS | Majelis Daerah Forum Alumni HMI-Wati (MD FORHATI) Kabupaten Sinjai menggelar diskusi dan seminar Ruang Perempuan Seri 1 di Klinik Coffee, Jalan Dr. Hamka, Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini yang bertajuk “Women in Digital Era: Preparing for the World of Work – A Psychological Perspective” ini
menghadirkan Dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Unhas, Andi Tenri Pada Rustham.

Ketua MD FORHATI Sinjai, Andi Rusmiati Rustham mengatakan bahwa seminar yang dilaksanakan merupakan bagian dari program berkelanjutan FORHATI dalam menghadirkan ruang edukasi, sekaligus penguatan kapasitas perempuan di Kabupaten Sinjai.

Menurutnya, Ruang Perempuan menjadi langkah awal untuk terus mengawal berbagai isu perempuan, terutama yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami harap peserta yang hadir dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing,” ujar anggota DPRD Sinjai ini.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Semoga diskusi ini memberikan manfaat dan wawasan baru, khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja di era digital,” beber Andi Rusmiati, didampingi Sekretaris MD FORHATI Sinjai Nurul Iffah.

Sementara itu, dalam pemaparan Andi Tenri Pada Rustham dalam pemaparannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola dan tuntutan dunia kerja.

Karena itu, kata dia, perempuan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis (hard skill), tetapi juga kesiapan psikologis dan keterampilan interpersonal (soft skill) yang kuat.

“Di era digital, perempuan harus mampu beradaptasi dengan cepat. Kesiapan mental, kemampuan mengelola stres, serta pola pikir yang kritis menjadi kunci agar mampu bersaing secara sehat dan berdaya di dunia profesional,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital yang diimbangi dengan kesehatan mental, sehingga perempuan dapat memanfaatkan berbagai peluang di ruang digital tanpa mengabaikan keseimbangan hidup.

Seminar berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari peserta yang didominasi mahasiswi, aktivis perempuan, serta alumni HMI-Wati.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama sebagai simbol komitmen FORHATI untuk terus mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.***