MAKASSAR, PERMATANEWS | Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengingatkan masyarakat agar memahami prosedur keselamatan saat menghadapi potensi bencana, terutama banjir.
Dalam simulasi kebencanaan yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar, Munafri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya, termasuk aliran listrik yang terendam air.
Menurutnya, masyarakat harus mengetahui kapan kondisi sudah berbahaya dan kapan harus segera meninggalkan rumah untuk mengungsi demi keselamatan.
“Kalau air sudah mencapai ketinggian tertentu atau kondisi sudah berbahaya, maka masyarakat harus tahu kapan harus meninggalkan rumah dan mengungsi,” ujarnya.
Munafri menegaskan, keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama saat menghadapi potensi bencana. Ia juga menilai kegiatan simulasi tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar mengatakan, program tersebut melibatkan kecamatan di tiga kawasan kemakmuran di Kota Makassar, yakni wilayah Utara, Selatan, dan Timur.
Selain simulasi kebencanaan, kegiatan juga diisi dengan agenda sosial seperti buka puasa bersama dan pasar murah bagi masyarakat.
Dalam program tersebut juga dibentuk Kelurahan Tangguh Bencana dengan melibatkan sekitar 20 relawan di setiap kelurahan. Para relawan akan dibina dan dibekali pengetahuan kebencanaan agar mampu melakukan penanganan awal saat terjadi bencana di wilayahnya.
“Ketika ada kejadian di wilayahnya, mereka bisa langsung turun melakukan penanganan awal,” jelas Fadli.
Relawan yang terlibat berasal dari berbagai komunitas masyarakat, seperti komunitas penjahit, pelaku UMKM, hingga perikanan. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi dan menanggulangi bencana.***







