SINJAI, PERMATANEWS | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai memperkuat upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui Gerakan Serentak Tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan yang berlangsung September hingga November 2026 ini menyasar 6.400 warga di 64 lokus dengan fokus pada penemuan kasus secara aktif melalui tracing, skrining, dan deteksi dini.
Gerakan tersebut resmi dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa di Aula Kantor Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (7/9/2026).
Kepala Dinkes Sinjai, dr. Kahar Anies mengatakan bahwa penemuan kasus secara aktif menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan sekaligus memutus rantai penularan TBC.
“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat ditangani dan semakin besar peluang kita memutus rantai penularannya,” ujarnya.
Data Dinkes Sinjai mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 terdapat 4.100 terduga TBC yang telah diperiksa, dengan 371 kasus TBC ditemukan.
Tracing diprioritaskan bagi kontak serumah dan kontak erat pasien TBC, serta kelompok berisiko seperti penderita Diabetes Melitus, masyarakat dengan malnutrisi atau stunting, ODHIV, penghuni boarding school, warga binaan pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan perokok.
Selain menemukan kasus, Dinkes Sinjai juga mendorong penguatan peran kader dalam pendataan dan edukasi masyarakat serta meningkatkan cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kelompok yang memenuhi syarat.
Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa menegaskan, penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.
Integrasi tracing dengan CKG kata dia, dinilai menjadi langkah konkret untuk memastikan kelompok berisiko mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.
“Jangan sampai ada masyarakat yang memiliki gejala atau faktor risiko tetapi tidak mendapatkan pemeriksaan,” katanya.
Melalui gerakan ini, Dinkes Sinjai berharap semakin banyak kasus TBC ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan penularan di masyarakat dapat ditekan.
Temukan Lebih Cepat, Obati Sampai Sembuh. Sama-Samaki Akhiri TBC.***







