JAKARTA, PERMATANEWS | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Dalam pemeringkatan Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan majalah keuangan global The Banker, BRI berhasil menempati peringkat ke-132 sebagai salah satu bank terbesar di dunia.
Capaian tersebut menempatkan BRI sejajar dengan sejumlah institusi keuangan global, seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank of America, hingga Citigroup.
Pengakuan ini sekaligus mempertegas posisi BRI sebagai bank nasional dengan fundamental bisnis yang kuat di tengah dinamika perekonomian global.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuan perseroan dalam menjaga kesehatan kinerja, memperkuat permodalan, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Pencapaian ini merupakan pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga menjadi fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, serta menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan data Top 1000 World Banks per Desember 2025, BRI membukukan Tier 1 Capital sebesar US$17,9 miliar dengan total aset mencapai US$127,2 miliar. Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak tercatat sebesar US$4,3 miliar.
Selain itu, BRI mencatat Capital Assets Ratio sebesar 14,1 persen, Return on Capital sebesar 18,9 persen, dan Return on Assets (ROA) sebesar 2,68 persen, yang mencerminkan kinerja keuangan dan efisiensi operasional perseroan.
Hery menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi BRI menjalankan transformasi BRIvolution Reignite, sebuah strategi yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis agar perusahaan semakin inklusif, adaptif, modern, dan berkelanjutan.
Menurutnya, transformasi tersebut akan terus diperkuat melalui digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor pertumbuhan. Penguatan ekosistem UMKM akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital.
Hery juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah, pelaku UMKM, serta insan BRI yang dinilai telah menjadi bagian penting dari perjalanan dan pencapaian perseroan.
“Pengakuan ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah, pelaku UMKM, dan seluruh pekerja BRI. Kepercayaan serta kontribusi mereka menjadi fondasi bagi BRI untuk terus bertumbuh, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat ekonomi maupun sosial yang semakin luas bagi masyarakat,” tutupnya.
Sebagai informasi, The Banker merupakan publikasi keuangan internasional yang berada di bawah naungan Financial Times Group.
Sejak diterbitkan pada 1926, media tersebut dikenal sebagai salah satu rujukan utama industri perbankan global, sementara pemeringkatan Top 1000 World Banks telah menjadi tolok ukur bergengsi bagi sektor perbankan dunia sejak 1970.***







