BRI Setor Dividen Rp52,1 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan komitmen BRI memperkuat transformasi bisnis dan ekonomi kerakyatan seiring pembagian dividen Rp52,1 triliun, terbesar sepanjang sejarah perseroan. (Foto: ist)
banner 120x600

JAKARTA, PERMATANEWS | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menorehkan kinerja impresif dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dari laba tahun buku 2025.

Nilai tersebut menjadi dividen terbesar sepanjang sejarah BRI, sekaligus menegaskan kontribusi perseroan terhadap negara dan penguatan ekonomi kerakyatan di bawah supervisi Danantara.

Keputusan pembagian dividen tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026.

Dividen yang dibagikan mencapai Rp346 per saham, bersumber dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp57,132 triliun.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan BRI akan terus melanjutkan transformasi bisnis dengan memperkuat fundamental perusahaan, mengembangkan sumber pertumbuhan baru, serta memperluas kontribusi terhadap program-program strategis pemerintah.

“Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional. Kami ingin memastikan pertumbuhan perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hery, Selasa (7/7/2026).

Kinerja positif BRI juga berlanjut pada Triwulan I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp1.562 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun.

Disisi pendanaan, rasio dana murah (CASA) naik menjadi 68,07 persen dengan nilai mencapai Rp1.058,6 triliun. Peningkatan tersebut mendorong penurunan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Selain menjaga kinerja keuangan, BRI juga mempercepat transformasi melalui program BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan bisnis inti, percepatan digitalisasi, peningkatan efisiensi, serta pengembangan bisnis baru yang berkelanjutan.

Transformasi itu turut diperkuat melalui peluncuran identitas korporasi baru yang menegaskan posisi BRI sebagai “Satu Bank untuk Semua”.

Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp84,36 triliun atau hampir 47 persen dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun. Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar.

Di sektor perumahan, BRI menyalurkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) sebesar Rp9,5 triliun kepada lebih dari 68 ribu debitur. Perseroan bahkan meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 menjadi Rp12 triliun untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian.

Komitmen BRI dalam memberdayakan pelaku usaha mikro juga terus diperkuat. Hingga kini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menilai bahwa kinerja positif bank-bank Himbara menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, penguatan kinerja perbankan BUMN akan memperbesar pembiayaan bagi sektor-sektor produktif seperti UMKM, manufaktur, hilirisasi, dan infrastruktur sehingga mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing nasional.***