Dinkes Sinjai Perkuat Deteksi Dini TB hingga Tingkat Desa

Jajaran Dinkes Sinjai bersama perwakilan Pemkab Sinjai mengikuti Monev penanggulangan Tuberkulosis (TB) secara daring yang digelar Pemprov Sulsel di Gedung Command Center Kompleks Rujab Bupati Sinjai. (Foto: ist)
banner 120x600

SINJAI, PERMATANEWS | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai terus memperkuat upaya deteksi dini Tuberkulosis (TB) hingga ke tingkat desa guna menekan angka penyebaran penyakit menular tersebut.

Langkah itu dibahas dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) penanggulangan TB yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara daring, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Pemkab Sinjai yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setdakab Andi Tenri Rawe Baso, bersama perwakilan Bappeda dan jajaran Dinkes di Gedung Command Center Kompleks Rujab Bupati Sinjai.

Dalam forum itu, dibahas capaian penanganan TB di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk tantangan di lapangan dan langkah intervensi yang akan dilakukan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sinjai, Akhriani mengatakan bahwa pihaknya terus menggencarkan berbagai strategi penanganan TB secara menyeluruh dengan target 90 persen penemuan kasus hingga akhir tahun 2026.

“Pada tahun ini kami akan mengoptimalkan penemuan kasus TB di tingkat puskesmas melalui program CKG. Langkah ini penting untuk mendeteksi lebih dini kasus TB di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan penanggulangan TB juga dilakukan hingga tingkat desa. Saat ini, sebanyak 39 desa di Kabupaten Sinjai telah ditetapkan sebagai Desa Siaga TB melalui Surat Keputusan (SK).

Selain itu, Pemkab Sinjai juga telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2017 tentang penanggulangan penyakit menular seperti HIV/AIDS, TB dan Kusta, serta membentuk Tim TB dan menyusun rencana aksi daerah.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Dinkes Sinjai berharap target penuntasan TB dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengobatan TB sejak dini.***