SINJAI, PERMATANEWS | Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menegaskan komitmennya untuk menghadirkan listrik di Kampung Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan.
Program ini menjadi salah satu prioritas dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui “Sinjai Terang”.
Penegasan itu disampaikan saat menerima audiensi Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Boja (Amarah) di Rumah Jabatan Bupati, Senin (6/4/2026), menyusul aksi demonstrasi warga beberapa waktu lalu.
Bupati Ratnawati mengungkapkan, upaya menghadirkan jaringan listrik di wilayah tersebut telah dilakukan sejak awal masa kepemimpinannya.
Pemkab Sinjai bahkan telah berkoordinasi dengan PLN serta membawa aspirasi tersebut hingga ke tingkat pusat melalui DPR RI.
Namun, realisasi proyek masih menghadapi kendala utama berupa perizinan, karena jalur jaringan listrik yang direncanakan harus melintasi kawasan hutan lindung.
“Ini yang menjadi tantangan utama, karena membutuhkan izin khusus,” jelasnya.
Berdasarkan data teknis, dari total rencana jaringan sepanjang 3 kilometer, sekitar 1 kilometer berada di dalam kawasan hutan lindung.
Untuk itu, pihak terkait menyarankan agar PLN segera mengajukan permohonan resmi ke Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.
Menanggapi hal tersebut, PLN Sinjai menyatakan siap melakukan kajian lanjutan dan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna mempercepat realisasi di lapangan.
Bupati Ratnawati pun meminta agar proses perizinan segera ditindaklanjuti agar masyarakat Kampung Boja bisa segera menikmati akses listrik.
“Langkah selanjutnya adalah pengurusan izin ke Dinas Kehutanan. Ini akan terus kami kawal hingga terealisasi,” tegasnya.***







