Sekda Sinjai Tekankan Transparansi dalam Workshop Laporan Kinerja BLUD Kesehatan

Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa membuka Workshop Penyusunan Laporan Kinerja BLUD Bidang Kesehatan Kabupaten Sinjai di Vasaka Hotel Makassar. (Foto: ist)
banner 120x600

MAKASSAR, PERMATANEWS | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan melalui penguatan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Komitmen ini ditegaskan saat membuka Workshop Penyusunan Laporan Kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Sinjai yang digelar di Vasaka Hotel, Jalan A. Pettarani, Makassar, Rabu (18/5/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang hadir mewakili Bupati Sinjai.

​Sekda Andi Jefrianto Asapa menyampaikan bahwa penerapan sistem BLUD pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) bidang kesehatan merupakan langkah inovatif pemerintah daerah.

Langkah ini kata dia, bertujuan agar fasilitas kesehatan (faskes) mampu memberikan layanan yang efektif, efisien, ekonomis, namun tetap memprioritaskan asas keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

​”Penerapan BLUD merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk mewujudkan kemandirian dan profesionalisme faskes. Target utama kita adalah peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

​Lebih lanjut, Sekda Andi Jefrianto menjelaskan bahwa status BLUD memberikan keleluasaan bagi manajemen faskes, baik RSUD maupun Puskesmas, untuk menata struktur organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) secara mandiri, termasuk di antaranya hak untuk mengangkat pejabat pengelola dan pegawai non-ASN berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

Kendati demikian, Sekda Andi Jefrianto mengingatkan agar fleksibilitas ini dikelola dengan prinsip kehati-hatian (prudent), efisiensi ekonomis, serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing unit instansi.

​Melalui momentum workshop ini, diharapkan penyusunan laporan kinerja tidak hanya dipandang sebagai pengguguran kewajiban administrasi tahunan semata. Laporan tersebut harus menjadi cerminan dari mutu pelayanan nyata yang diterima oleh masyarakat.

​”Laporan kinerja yang baik harus mampu menggambarkan capaian program kerja secara transparan, efektivitas penggunaan anggaran, serta inovasi pelayanan yang dihadapi masing-masing faskes ke depan. Kita ingin memastikan setiap rupiah dan kebijakan yang dikeluarkan benar-benar berdampak positif pada derajat kesehatan masyarakat Sinjai,” pungkasnya.

​Workshop peningkatan kapasitas ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (18-19 Mei 2026), dengan melibatkan lebih dari 100 yang terdiri dari para Direktur RSUD, Kepala Puskesmas, serta jajaran pengelola keuangan dan pelaporan BLUD se-Kabupaten Sinjai.***