BULUKUMBA, PERMATANEWS | Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan Oktober 2026 mendatang semakin mengerucut.
Wakil Ketua DPD REI Sulsel, Haji Badris Salam (HBS), kembali mendapat suntikan dukungan. Kali ini, dukungan tegas datang dari jajaran pengurus dan perusahaan properti yang tergabung dalam Komisariat Wilayah (Korwil) IV REI Sulsel, Rabu (26/8/2026).
Dalam kunjungan silaturahminya di Kabupaten Bulukumba, HBS mendapat sambutan hangat dari para pimpinan perusahaan properti. Bahkan, Korwil IV menyatakan sikap solid mendukung HBS untuk memimpin DPD REI Sulsel periode 2026-2029.
Ketua Korwil IV REI Sulsel, A. Adry Ismawan Putra menegaskan dukungan tersebut diberikan setelah melihat kapasitas, pengalaman, serta kontribusi HBS terhadap organisasi dan masyarakat.
“Bismillah, kami segenap pengurus Korwil IV yang meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Sinjai solid mendukung HBS jadi Ketua DPD REI Sulsel periode 2026-2029,” tegas Adry.
Menurut Adry, dukungan tersebut bukan semata karena faktor kedekatan sebagai sesama putra Sinjai. HBS dinilai memiliki rekam jejak yang menunjukkan kepedulian terhadap organisasi sekaligus masyarakat.
Salah satu kontribusi yang disoroti adalah pembangunan delapan unit rumah gratis bagi kaum dhuafa dalam tiga tahun terakhir.
“Bukan karena saya dan Pak HBS ini putra Sinjai, tetapi kami tahu betul kapasitas Pak HBS. Insya Allah di bawah nahkodanya, REI Sulsel akan maju dan jaya, “Te sirui menre, te sirui no,” (filosofi lokal yang bermakna semangat untuk saling menguatkan dan tidak saling menjatuhkan dalam membangun organisasi),” ujar Adry.
Ia bahkan menyebut dukungan kepada HBS telah dituangkan dalam surat pernyataan dukungan yang disebut mencapai hampir 95 persen dari seluruh pengurus Korwil IV REI Sulsel.
Peta Kekuatan 4 Korwil
Dukungan Korwil IV menjadi bagian penting dalam peta kekuatan menuju Musda REI Sulsel. Saat ini, DPD REI Sulsel terbagi dalam empat wilayah koordinasi dengan jumlah perusahaan properti yang tersebar di masing-masing wilayah.
Korwil I yang meliputi kawasan Ajatappareng, terdiri atas Kabupaten Barru, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Enrekang. Wilayah ini menaungi 28 perusahaan properti.
Korwil II meliputi wilayah Luwu Raya, yakni Kota Palopo, Toraja, Belopa, dan Siwa, dengan jumlah 40 perusahaan properti.
Sementara Korwil III mencakup wilayah Bosowa, yakni Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo, dengan 18 perusahaan properti.
Adapun Korwil IV meliputi wilayah JBBSS, yakni Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Sinjai, dengan 25 perusahaan properti.
Secara keseluruhan, suara yang diperebutkan dalam Musda DPD REI Sulsel disebut mencapai 380 suara, yang berasal dari seluruh Korwil dan jajaran pengurus DPD REI Sulsel.
Dengan dukungan kuat dari sejumlah wilayah tersebut, posisi HBS dinilai semakin strategis dalam bursa calon Ketua DPD REI Sulsel periode 2026-2029.
HBS Siapkan Gebrakan Besar
Dukungan yang diterimanya disambut HBS dengan rasa syukur. Ia menegaskan, dukungan tersebut bukan sekadar modal untuk memenangkan Musda, tetapi menjadi amanah untuk membawa REI Sulsel ke arah yang lebih besar.
Jika dipercaya memimpin REI Sulsel, HBS menyiapkan sejumlah program strategis. Salah satunya membangun empat kota kecil mandiri di setiap Korwil.
Konsep tersebut diharapkan menjadi solusi bagi pengembang, terutama dalam menghadapi persoalan keterbatasan lahan.
HBS juga berencana menyiapkan lahan yang dapat dikembangkan bersama bagi anggota REI yang mengalami kesulitan memperoleh lahan untuk pembangunan perumahan.
“Kita akan menyiapkan lahan untuk dibangun bersama, khususnya bagi teman-teman pengembang yang kesulitan mendapatkan lahan,” kata HBS.
Ia juga berkomitmen mendorong organisasi lebih aktif mengawal berbagai persoalan yang dihadapi pengembang, termasuk proses perizinan dan pembebasan lahan sebelum pembangunan perumahan dilakukan.
Tak hanya itu, HBS mengajak para pengembang REI Sulsel untuk membangun secara bersama-sama di atas lahan sekitar 500 hektare yang telah disiapkan di Kabupaten Maros dan Gowa.
Menurutnya, masterplan kawasan tersebut telah mendapat persetujuan dari bupati.
“Kita ingin membangun pola kerja sama dengan teman-teman pengembang REI Sulsel. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama,” ujarnya.
Siap Ambil Bagian dalam Program 3 Juta Rumah
HBS juga menargetkan REI Sulsel dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung program pemerintah 3 juta rumah.
Ia menilai pengembang yang tergabung dalam REI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kebutuhan hunian masyarakat.
“Program 3 juta rumah adalah program pemerintah yang harus kita dukung. REI harus hadir dan mengambil bagian di dalamnya,” tegas HBS.
Jika dipercaya menjadi Ketua DPD REI Sulsel, HBS juga menjanjikan pola kepemimpinan yang lebih aktif dan dekat dengan anggota.
Ia bahkan berkomitmen mengalokasikan 70 persen waktunya untuk kepentingan organisasi, sementara 30 persen untuk mengurus usaha pribadi.
“Kalau saya diberi amanah, 30 persen untuk usaha sendiri dan 70 persen untuk kepentingan membesarkan organisasi REI,” katanya.
HBS juga akan menjadwalkan pertemuan dan konsolidasi secara rutin setiap bulan. Forum tersebut akan menjadi ruang bagi seluruh anggota untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari solusi bersama.
“Setiap bulan kita akan bertemu dan konsolidasi. Kita duduk bersama, membahas masalah teman-teman pengembang dan mencari jalan keluarnya. Organisasi ini harus kita besarkan bersama,” pungkasnya. (Adv)







