KLB Campak di Sinjai, Sekda Perintahkan Sweeping Imunisasi 1×24 Jam

Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa memimpin rapat monev penanganan KLB campak secara virtual, Senin (6/4/2026). (foto: ist)
banner 120x600

SINJAI, PERMATANEWS | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai mempercepat penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dengan langkah tegas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, memerintahkan sweeping imunisasi di wilayah dengan capaian rendah maksimal dalam waktu 1×24 jam.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) capaian Outbreak Response Immunization (ORI) campak yang digelar secara virtual yang diikuti seluruh jajaran terkait mulai dari OPD, camat, kepala puskesmas hingga pihak rumah sakit, Senin (6/4/2026).

Andi Jefrianto menegaskan, rapat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah darurat untuk memastikan penanganan penyebaran campak berjalan cepat, efektif, dan terukur.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Wilayah dengan cakupan imunisasi rendah harus segera dilakukan sweeping maksimal 1×24 jam. Tidak boleh ada pembiaran,” tegasnya.

Ia juga meminta sinergi total hingga ke tingkat desa, melibatkan camat, tenaga kesehatan, dasawisma, hingga TP-PKK untuk mempercepat capaian imunisasi.

Selain itu, Andi Jefrianto yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Sinjai menyoroti masih adanya penolakan masyarakat terhadap imunisasi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator lemahnya komunikasi publik yang perlu segera diperbaiki.

“Penolakan adalah tanda komunikasi kita belum optimal. Ini tugas bersama untuk memperbaiki penyampaian informasi agar masyarakat paham pentingnya imunisasi,” ujarnya.

Berdasarkan data per 6 April 2026, kasus campak di Sinjai telah mencapai 76 kasus.

Sementara capaian imunisasi baru menyentuh 59,04 persen atau 5.462 dari total 9.252 anak usia 9-59 bulan.

Pemkab Sinjai pun menegaskan komitmennya untuk terus menggencarkan langkah preventif dan edukatif secara paralel, serta mengajak masyarakat tidak ragu membawa anaknya untuk imunisasi demi mencegah risiko komplikasi serius.***