Ratusan Nakes Sinjai Kantongi SK PPPK Paruh Waktu, Penantian Panjang Berbuah Kepastian

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menyerahkan secara simbolis SK PPPK Paruh Waktu kepada perwakilan tenaga kesehatan di Auditorium Andi Azikin, Rabu (14/1/2026). (foto: ist)
banner 120x600

SINJAI, PERMATANEWS | Penantian panjang ratusan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sinjai akhirnya berujung manis.

Setelah bertahun-tahun mengabdi, bahkan sebagian menembus lebih dari satu dekade tanpa kepastian status, sebanyak 707 nakes resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Rabu (14/1/2026).

Wajah-wajah penuh harap yang memadati Auditorium Andi Azikin, Kecamatan Sinjai Utara, perlahan berubah menjadi senyum lega.

Momen penyerahan SK itu berlangsung hangat dan emosional, menandai babak baru perjalanan para Nakes yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Nakes dan pimpinan daerah.

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif hadir langsung didampingi Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), memberi sinyal kuat dukungan pemerintah daerah terhadap sektor kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik menyebut, total penerima SK kali ini mencapai 707 orang yang tersebar di 16 puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, RS Pratama Bulu Paccing, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

“Sebagian besar dari mereka sudah lama mengabdi, bahkan ada yang lebih dari 10 tahun. Ini bukan perjalanan singkat, tapi pengabdian panjang yang akhirnya mendapat kepastian,” ujar dr. Emmy.

Sementara itu, Bupati Hj. Ratnawati Arif menegaskan bahwa penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi para nakes.

“Alhamdulillah, hari ini lebih dari 700 tenaga kesehatan kita menerima SK sebagai ASN PPPK Paruh Waktu. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sinjai,” ujarnya.

Bupati berharap, dengan kepastian status tersebut, para Nakes semakin termotivasi meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan.

Menurutnya, kesejahteraan dan kepastian kerja merupakan fondasi penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Di tengah suasana syukur, para Nakes meninggalkan lokasi kegiatan dengan semangat baru.

Mereka tak hanya membawa selembar SK, tetapi juga kepastian masa depan dan tekad kuat untuk terus mengabdi menjaga kesehatan masyarakat Sinjai.***