SINJAI, PERMATANEWS | Lima tahun memimpin Karang Taruna Kabupaten Sinjai, Andi Adry Ismawan Putra akhirnya menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya.
Ketua Umum Karang Taruna Sinjai periode 2019-2024 itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, pemerintah daerah, serta masyarakat Sinjai yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Adry menyebut, lima tahun memimpin Karang Taruna bukan sekadar perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, mengabdi dan bekerja bersama untuk masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan keluarga besar Karang Taruna hingga di tingkat desa/kelurahan, pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat Sinjai yang telah memberikan dukungan selama saya mengemban amanah ini,” ujar Adry.
Ia mengakui masih terdapat kekurangan selama masa kepemimpinannya. Namun, menurutnya, berbagai program dan capaian yang telah dilakukan merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Karang Taruna.
“Kalau ada kekurangan selama saya memimpin, tentu itu menjadi bagian yang harus kita evaluasi. Tetapi semua yang telah kita lakukan adalah hasil kebersamaan,” katanya.
Kini, kepemimpinan Karang Taruna Sinjai memasuki babak baru. Muhammad Yusran Guntur dipercaya menahkodai organisasi tersebut untuk periode 2026-2029 melalui Temu Karya Daerah yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu (30/9/2026).
Yusran yang merupakan putra Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus membawa gagasan dan energi baru bagi Karang Taruna Sinjai.
“Selamat kepada Ketua Umum yang baru. Semoga Karang Taruna Sinjai semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur Adry.
Bagi Adry, berakhirnya masa kepemimpinan bukan berarti berakhir pula pengabdian.
“Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Pesan itu menjadi penutup perjalanan lima tahun Andi Adry Ismawan Putra memimpin Karang Taruna Sinjai, sekaligus menjadi pengingat bahwa estafet organisasi terus berjalan dan setiap kepemimpinan memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan jejak pengabdian bagi masyarakat.







