SINJAI, PERMATANEWS | Bursa pemilihan Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Sinjai periode 2026-2029 mulai memanas.
Sejumlah nama disebut-sebut siap meramaikan perebutan kursi pucuk organisasi sosial kepemudaan tersebut.
Informasi yang dihimpun, nama yang disebut-sebut dan mulai mencuat diantaranya Nuramsal, Muhammad Rum Sunusi, Asdar, Wawan Irmansyah, Firman, hingga Syahrul Paesa.
Persaingan akan mengerucut dalam Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai yang dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai.
Forum tersebut menjadi momentum untuk memilih Ketua Umum Karang Taruna Sinjai periode 2026-2029, sekaligus menentukan arah organisasi untuk tiga tahun ke depan.
Dalam mekanisme pemilihan, dukungan dari Karang Taruna kecamatan menjadi salah satu kunci. Selain voter dari tingkat kecamatan, unsur provinsi dan kabupaten juga memiliki hak suara dalam menentukan nahkoda baru organisasi.
Eks Wakil Ketua Karang Taruna Sinjai, Awaluddin Adil menegaskan bahwa Temu Karya bukan sekadar momentum memilih ketua baru, tetapi menjadi titik penting untuk menyatukan kembali seluruh elemen Karang Taruna.
Menurutnya, siapapun yang terpilih harus mampu keluar dari sekadar dinamika kontestasi dan membangun kepengurusan yang solid, inklusif, serta berorientasi pada kerja sosial kemasyarakatan.
“Temu Karya ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi ketua. Yang lebih penting adalah bagaimana ketua terpilih mampu menyatukan semua kekuatan dan mengembalikan Karang Taruna pada ruhnya, yakni bekerja dan hadir untuk masyarakat,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Ia berharap seluruh kandidat maupun pemilik suara dapat menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
“Setelah forum selesai, tidak boleh ada lagi sekat-sekat karena pilihan. Siapapun yang terpilih adalah ketua kita bersama dan harus didukung untuk membawa Karang Taruna Sinjai lebih kuat,” tegasnya.
Karang Taruna memiliki sejarah panjang sebagai wadah pengembangan generasi muda dan penggerak kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Organisasi ini lahir pada tahun 1960, berangkat dari kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi anak-anak dan remaja di lingkungan masyarakat.
Dalam perkembangannya, Karang Taruna tumbuh menjadi organisasi sosial kepemudaan yang hadir di berbagai daerah hingga tingkat desa dan kelurahan dengan semangat kesetiakawanan sosial, pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Semangat itulah yang kini menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan baru Karang Taruna Sinjai.
Setelah dinahkodai Andi Adry Ismawan Putra periode 2019-2024 dan kemudian dilanjutkan Plt Ketua Umum Firdaus, Temu Karya 30 September 2026 bukan sekadar agenda pergantian ketua, tetapi menjadi momentum melanjutkan estafet sejarah organisasi, sekaligus memastikan Karang Taruna tetap hidup melalui kerja nyata di tengah masyarakat.







