SINJAI, PERMATANEWS | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Capaian Kinerja Tahun Anggaran 2025, Dinkes Sinjai menegaskan komitmennya menghadirkan program kesehatan yang terarah, terukur, dan berdampak langsung.
Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai Andi Jefrianto Asapa digelar di Ruang Pertemuan Dinkes Sinjai, Senin (26/1/2026).
Hadir mendampingi Sekda Sinjai Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. Emmy Kartahara Malik, serta diikuti jajaran struktural dan penanggung jawab program.
dr. Emmy menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menjadi dasar penting dalam menyusun strategi pelayanan kesehatan yang lebih presisi di tahun 2026.
“Evaluasi ini menjadi pijakan untuk memperkuat intervensi kesehatan, terutama pada indikator yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dinkes Sinjai memfokuskan perhatian pada penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita, pengendalian penyakit menular dan tidak menular seperti TB, HIV/AIDS, dan hipertensi, peningkatan cakupan imunisasi, serta penguatan pelayanan kesehatan ibu hamil dan layanan dasar Puskesmas.
Sementara itu, Andi Jefrianto dalam arahannya mengapresiasi langkah Dinkes yang konsisten melakukan evaluasi berbasis data dan menekankan pentingnya keselarasan program dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan, RPJMD Kabupaten Sinjai, serta dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Kita harus memastikan setiap program Dinas Kesehatan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bagian dari Rakor, masing-masing bidang di lingkup Dinkes Sinjai memaparkan capaian program sepanjang tahun 2025 secara rinci.
Forum ini menjadi sarana sinkronisasi sekaligus penguatan komitmen untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas layanan di tahun berjalan.
Dengan koordinasi internal yang solid dan dukungan lintas sektor, Dinkes Sinjai diharapkan semakin optimal dalam menghadirkan layanan kesehatan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.***







