Laut Manusia di Desa Bua, Festival Ma’rimpa Salo Sinjai Pecah Meriah

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif (merah) didampingi Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda menghadiri kemeriahan festival budaya Ma’rimpa Salo di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe. ( foto: ist)
banner 120x600

SINJAI, PERMATANEWS | Ribuan warga memadati Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Jumat (10/10/2025).

Mereka tumpah ruah di tepi Sungai Appareng untuk menyaksikan puncak Festival Budaya Pesisir Ma’rimpa Salo – tradisi unik menghalau ikan dari hulu ke muara yang menjadi kebanggaan masyarakat pesisir Sinjai.

Festival yang sarat makna kebersamaan ini turut dihadiri Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif dan Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda.

Tradisi Ma’rimpa Salo dilakukan secara gotong royong sebagai simbol persatuan dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Ratnawati menegaskan bahwa Ma’rimpa Salo bukan sekadar atraksi budaya, melainkan identitas dan kekuatan masyarakat Sinjai.

“Potensi budaya seperti ini harus kita kemas dengan baik agar menjadi aset wisata yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, Ma’rimpa Salo telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kemendikbudristek sejak 2018, terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kemenkumham pada 2020, dan kini masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Usai sambutan, Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda menaiki perahu mengikuti prosesi Ma’rimpa Salo di Sungai Appareng.

Belasan perahu hias ikut mengiringi, disambut sorak dan tepuk tangan warga yang memadati bantaran sungai.

Suasana makin semarak dengan berbagai lomba rakyat seperti balap perahu, perahu hias, senam, layang-layang, sepak takraw, bola voli, hingga sajian kuliner khas pesisir.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sejak 6 Oktober dan ditutup meriah pada puncak perayaan hari ini.***