SINJAI, PERMATANEWS | Pagi yang seharusnya berjalan biasa berubah menjadi mimpi buruk bagi Yahya Mansur (65).
Rumah kayu sederhana yang selama puluhan tahun menjadi tempat berteduh keluarganya di Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, hangus dilalap api, Sabtu (10/1/2026).
Dalam waktu singkat, si jago merah menghabiskan segalanya. Tidak ada perabot dan pakaian yang tersisa.
Saat api membesar, Yahya hanya mampu menyelamatkan diri. Ia berdiri terpaku menyaksikan rumah dan seluruh harta yang dikumpulkan seumur hidupnya berubah menjadi abu.
“Tidak ada yang sempat diselamatkan. Semua habis. Yang tersisa hanya pakaian yang dipakai korban saat itu,” tutur Rusdin, kerabat Yahya, menahan haru saat ditemui media ini.
Kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik. Api dengan cepat menjalar karena bangunan rumah berbahan kayu.
Peralatan bengkel yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga, termasuk travo, ikut terbakar tanpa sisa.
Musibah ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Yahya. Selain kehilangan tempat tinggal, mereka juga kehilangan sumber penghasilan.
Hingga kini, keluarga korban masih bertahan dengan bantuan seadanya dari kerabat dan tetangga, sembari berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan.
Rusdin, kerabat korban, berharap ada kepedulian dari berbagai pihak untuk membantu Yahya Mansur dan keluarganya bangkit dari musibah ini.
“Kami sangat berharap uluran tangan dari pemerintah, dermawan, dan masyarakat yang tergerak hatinya. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi keluarga kami yang saat ini benar-benar kehilangan segalanya,” ungkap anggota Satpol PP Sinjai ini.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WITA dan sempat memicu kepanikan warga, mengingat lokasi berada di kawasan padat penduduk.
Empat unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sinjai dikerahkan dan berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun pemilik rumah, Yahya Mansur (65) mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp70 juta.







