Cuaca Ekstrem, Rumah Warga di Sinjai Timur Rusak Dihantam Pohon Tumbang

Petugas BPBD Sinjai bersama TNI-Polri dan warga melakukan penanganan pohon tumbang yang merusak rumah warga di Dusun Pasuberu, Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur, Selasa (6/1/2026). (foto: BPBD Sinjai/doc)
banner 120x600

SINJAI, PERMATANEWS | Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali memicu bencana di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Sebuah pohon besar jenis kayu cina tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Pasuberu, Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur, Selasa (6/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita saat hujan lebat mengguyur.

Pohon tumbang tidak hanya merusak atap rumah warga, tetapi juga menimpa kabel listrik milik PLN, sehingga menyebabkan aliran listrik di sekitar lokasi kejadian terpaksa dipadamkan sementara.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu kepala keluarga terdampak dalam kejadian ini, yakni Diana (52) bersama lima anggota keluarganya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, bagian atap rumah mengalami kerusakan sedang dan membuat penghuni rumah harus ekstra waspada, terutama jika hujan kembali turun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai bergerak cepat menangani pohon tumbang bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas PLN, kepala dusun, serta warga setempat.

“Petugas PLN juga langsung melakukan perbaikan jaringan listrik yang rusak, meski untuk sementara aliran listrik masih dipadamkan demi keselamatan,” ujar Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave Amir.

Selain penanganan teknis, BPBD Sinjai juga menyerahkan bantuan awal kepada keluarga terdampak.

Hingga kini, proses penanganan masih berlangsung, sementara kebutuhan mendesak yang diperlukan warga berupa terpal atau tenda untuk menutup bagian atap rumah yang terbuka.

BPBD Sinjai mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Warga juga diminta aktif memantau informasi cuaca dari BMKG, BPBD, serta media resmi guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi.